Tampilkan postingan dengan label motor sport. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label motor sport. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 Oktober 2009

Modifikasi Yamaha RX King

[Image: rx_king.jpg]
RX KING

Motor sport yang kencang, gesit dan lincah. Itulah karakter dari Yamaha RX-King yang begitu melegenda sebagai raja di kategori motor 2-tak. Kelebihan itu yang coba dipertahankan Koh Awi ketika memodifikasi agar tampilannya lebih macho dan futuristik.

Karena itu, seperti tangki bahan bakar oleh Budi Udin Fakkar dari Jatayu Motor Sport yang memodifikasi tetap dipertahankan keasliannya. Hanya, Budi menambahkan kaca kecil di sisi kiri tangki untuk memonitor persediaan bahan bakar. Trus, tutup bak kopling dibikin transparan. "Selain menambah keunikan, juga bisa memantau kekotoran oli," jelas Budi.

Keunikan lain dari RX-King tampak pada sistem kaki-kakinya yang dibuat lebih modern. Seperti sokbreker depan diubah model upside down dari Aprilia. Di bagian ini juga dipilih diameter as sok tidak terlalu lebar, hanya 40 mm, sehingga tidak merusak tema.

Sementara sistem suspensi belakang mengikuti desain dari Honda NSR 150 SP menganut single arm (pro arm) plus monosok. "Dengan kata lain, jadi lebih up to date tanpa menghilangkan ciri RX-King. Juga sesuai harapan customer," tambah Budi.

Kesan RX-King sebagai motor sport yang kencang diperkuat oleh Budi penggunaan knalpot racing. Lalu, desain tempat duduk yangtunggal dengan buritan lancip ala MotoGP. Dan tampilan kian gahar dengan memakai cat Spies Hecker dengan seri red Ferrari.

KLX250SF

KLX250SF, andalan baru Kawasaki selain Ninja [Image: klx250sf.jpg]


Kawasaki baru saja meluncurkan motor "dua alam" terbarunya kepada publik Amerika Serikat (AS). Diklaim sebagai perbaikan dari seri sebelumnya, KLX250SF menggunakan desain baru pada beberapa bagian.

Seperti dikutip dari Motorcycle.com, menyusul sukses KLX250S, kini Kawasaki memiliki andalan baru, yakni KLX250SF. Motor jalan raya yang juga mampu melewati trek kasar. Beberapa bagian pun mengalami re-design, termasuk mesin dan suspensi.

Meski masih menggunakan jeroan 249 cc DOHC, namun setelah dilakukan sejumlah tes, motor ini memiliki kekuatan 2,5 hp lebih baik, dari KLX250S. Dan tenaga ini bisa diraih pada putaran mesin 8.800 rpm.

Pada kaki-kaki, sejumlah perubahan juga dilakukan. Pelek kini menggunakan ukuran 17 inci, jarak motor dengan tanah juga makin diperpendek. Namun wheelbase-nya masih sama dengan tipe 250S, yakni 56,3 inci. Kombinasi perubahan ini diklaim Kawasaki guna meningkatkan stabilitas motor, baik saat digunakan di jalan aspal, maupun ketika menerjang trek berbatu atau tanah.

Pelek kemudian dipadu ban ukuran 110/70 di depan, dan 130/70 pada belakang. Lingkar roda ini disandingkan dengan rem cakram 300 mm dengan dua piston hydraulic kaliper di depan, dan rem cakram 240 mm di roda belakang.

Untuk urusan bodi, KLX250SF terlihat lebih ramping daripada KLX250S. Di pasar AS, Kawasaki KLX250SF ditawarkan seharga USD 5.299 (Rp60 juta-an). Namun harga ini jangan jadi patokan jika mau memboyong motor tersebut ke Tanah Air.

Satria FU 150 New

New Satria 150 dengan polesan Yoshimura [Image: satria.jpg]


Setelah lebih empat tahun bertahan dengan wajah yang sama, akhirnya PT Indomobil Niaga International (IMNI) Roda-2 memperkenalkan versi baru Suzuki Satria FU 150. Bebek supersport (gimmick marketing Suzuki menyebutnya: hyper underbone) ini diperkenalkan oleh Kenji Saito, Direktur Pemasaran IMNI, pada hari pertama pembukaan Jakarta Motorcycle Show, Sabtu (6/12).

Cukup menarik, komponen untuk mempergagah penampilan Satria ini diadopsi dari Yoshimura yang sudah sangat dikenal oleh para bikers di Tanah Air. Perubahan yang dilakukan Suzuki adalah mengganti model lampu depan dan fairing (tudung), panel instrumen (desain spidometer), ujung knalpot, rangka alumunium, dan behel atau pegangan belakang motor.

Kali ini, konsumen Indonesia cukup beruntung. Inilah model terbaru Satria yang hanya dipasarkan di tiga negara ASEAN dengan nama berbeda. Di Thailand diberi nama Raider, sedangkan di Filipina Dagger. Sayangnya, model ini muncul di saat krisis ekonomi mulai mencengkeram lebih dalam sebagian masyarakat atau konsumen motor kelas atas.

Satria vs Kompetitor - Dengan penampilan baru ini, harga Satria FU 150 pun melenjit. Berdasarkan informasi internal Suzuki, dalam dua bulan ini Satria sudah dua kali mengalami kenaikan harga. Terakhir, dengan anjloknya rupiah dan karena sebagian besar komponen Satria masih impor, kenaikkan harga pun mencapai Rp 800.000. Hasil akhir, saat diluncurkan, Suzuki membanderol Satria dengan harga Rp 17.890.000 (on the road di Jakarta dan sekitarnya).

Dibandingkan dengan kompetitor utamanya, yaitu Honda CS1, perbedaan harga hampir Rp 1 juta. Namun, Satria menang unggul untuk teknologi mesin, kapasitas dan tenaga yang dihasilkan. CS1 dipersenjatai Honda dengan mesin SOHC (single overhead camshaft) dengan kapasitas 125 cc, sedangkan Satria DOHC (double overhead camshaft).

Untuk tenaga, Satria masih unggul dengan kemampuan maksimum 16 PS @9.500 rpm, sedangkan CS1 12,8 PS @10.000 rpm. Kemampuan Satria menghasilkan torsi maksimum juga lebih baik, yaitu 1,27 kgf-m @8.500 rpm, sedangkan CS1 1,04 kgf-m @7.500 rpm.

Kompetitor lain Satria adalah Jupiter MX dengan mesin 135 cc yang saat ini versi paling mahal (cast wheel dan kopling otomatik) ditawarkan dengan harga Rp 15.050.000. Dari segi tenaga dan torsi Jupiter MX memang kalah. Tenaga maksimumnya 11,33PS @8.500 rpm dan torsi 1,165 kgfm @5.500 rpm.

Lampu Depan - Perubahan mencolok dari Satria adalah desain fairing dan lampu depan. Desain lampu depan mirip dengan Suzuki GSX-R600. Versi baru, lampu menggunakan bentuk mahkota dan di sampingnya lampu sein dengan mika transparan mirip kuping kelinci. Lampu ini dilengkapi dengan topi atau disebut juga "cowling" ber-garnish hitam. Topi lampu dipasang dengan cara menyekrupkannya pada fairing panel instrumen.

Panel Instrumen - Panel instrumen mengalami perubahan desain yang cukup berarti, meski posisi dan bentuk dasarnya sama dengan versi Satria terdahulu. Motif dasar bagian tengah panel instrumen kini dibuat seperti anyaman dinding bambu.

Takometer menggunakan model jarum dengan dasar instrumen putih berbentuk lingkaran. Di pinggir takometer diberi ornamen berlapiskan krom untuk memberi kesan sporty dan eksklusif. Versi lama, pinggiran takometernya berwarna hitam, sama dengan panel.

Bentuk angka dan ukuran juga berubah. Versi baru lebih besar (tentu saja makin mudah dibaca), sedangkan Satria lama menggunakan huruf reguler lama (italic atau miring). Instrumen lain dengan tayangan digital adalah spidometer, indikator bahan bakar, tripmeter, dan indikator mode "eco" dan "power". Angka-angkanya mudah dibaca karena menggunakan dasar oranye.

Kini motor supersport bebek ini dilengkapi dengan dua pilihan model mengendarai yang disebut Suzuki dengan S-DMS (Suzuki Drive Mode Switch), yaitu "eco" dan "power". Tombol mode itu ditempatkan di sisi kanan panel instrumen dan mudah dicapai pengendara saat melaju.

Perubahan lainnya adalah di bagian depan, yaitu segitiga setang yang kini dilapisi dengan silver (sebelumnya hitam), sedangkan di bagian belakang, perubahan pada ujung corong knalpot. Versi baru berbentu oval segitiga, khas Yoshimura. Di belakang, behel atau pegangan di belakang sadel tampil dengan penampilan baru. Begitu pula dengan rangka alminium baru dengan pelindung kaki di kanan dan kiri motor.

Modifikasi Yamaha Jupiter MX135LC

Modifikasi Yamaha Jupiter MX135LC berbodi pelat [Image: 145946p.jpg]


Seumpama merek dan lambang garputala dihapus, yakin Anda pasti nggak bisa menebak motor apa ini. Dari depan, tampilannya mirip belalang.

Sebagai clue, Yamaha Jupiter MX135LC keluaran 2007 dari Singkawang, Kalbar ini dilengkapi komponen dari dua merek kompetitornya. Trus, sebagian yang menutupi bodi bukan dari bahan fiberglass.

Urusan memodifikasi, seperti motor ini, memang jarang mengandalkan bahan fiberglass, layaknya digunakan pemodifikator. "Di sini banyak main pelat, fiber nggak laku," komentar A Liong, pemilik Jupiter MX.

Singkawang, Kalbar tempat mangkalnya seniman pelat. Termasuk MX 135 LC milik A Liong ini menggunakan bahan pelat setelab 0,4 mm. Tak heran, pembuatan bodi tak banyak tekukan yang tingkat kesulitannya tinggi. Lebih didominasi garis lurus, missal desain jok dan cover bodi belakang.

Menekuk atau membuat bodi pelat penuh lekukan lebih sulit ketimbang patah-patah seperti pada MX 135LC ini. Lagi pula, tidak semua dibuat dari pelat.

Seperti bagian tengah atau atas underbone masih mempertahankan cover aslinya. "Cuma dilapisi karbon supaya terkesan sporty.

Kaki-kaki, seperti bagian belakang mengadopsi dari Honda Tiger. "Masih jarang yang mengaplikasi punya Tiger ke bebak Yamaha," tegas A Liong. Maksud jarang dari A Liong itu untuk di Singkawang. Lantaran bentuk swing arm besar, tentu ada bagian yang harus dibubut, terutama dekat monosok.

Pengerjaan sudah rapi, sayang desain sepatbor kurang pas dengan ukuran roda yang besar. Kesannya masih kedodoran. Selain kaki-kaki, lampu depan juga dicomot dari merek lain, Honda Vario. "Tapi di custom lagi pada bagian rumah lampu supaya membingungkan," jelas pria yang suka mengoleksi majalah Jepang ini.

Produk Yamaha terbaru

FZ-160

[Image: yamaha-fz16-14.jpg]

Gosipnya nich YAMAHA akan mengelurkan varian terbarunya entah kapan akan di launching di Indonesia, katanya di india dah keluar nich 'Bison".
Desainnya mirip FZ-600 plus knalpot gemuk disamping dengan suspensi monoshock plus tangki besar(13 L) yang ciamik, semakin menunjukkan bahwa ini motor generasi terbaru yang akan menggantikan RX-King yang sudah tenggelam.
Walaupun performanya nggak terlalu besar(153 cc) tenaga FZ16o mampu menghasilkan tenaga sampai 14 hp pada 7500 rpm dan bisa menghasilkan torsi sebesar 13.9nm 6000rpm.
Dengan menggunakan ban 100/80 dan 140/80(lebih besar dari Ninja250R) motor ini semakin kelihatan kokoh dan pastilah anteng untuk dikendarai dan lagi dengan bahan bakar 40 : 1 saya rasa bisa dikategorikan irit.

Gosipnya akan dibandrol dengan kisaran harga 17.8 jt dibawah Vi-Xion

Siap-siap Indent Bro !!

Kamis, 01 Oktober 2009

memikirkan/mengetahui kelemahan/kekurangan motor

Disini ane mengundang bro/bra semua untuk share mengenai kelemahan/kekurangan motor2 anda (pada saat kondisi standard), kalau bisa sekalian solusi atau cara ngakalin menghilangkan kelemahan/kekurangan tersebut. Bagian mana aja boleh, ntah itu joknya yg keras, shocknya terlalu keras, tenaganya loyo (dibanding motor sekelasnya), remnya ngga pakem ...dll

Semoga apa2 yg di share disini bisa bermanfaat bagi kaskuser yg ingin membeli motor dan yg ingin mengatasi kelemahan/kekurangan motornya.

Kita lah yg tau kelemahan/kekurangan motor kita ... produsen ngga mungkin memberitahu kelemahan/kekurangan produknya pada konsumen, jangan terbuai oleh keunggulan2nya saja tanpa memikirkan/mengetahui kelemahan/kekurangan motor tersebut.

Ngga usah malu2 ... ngga usah ditutup2in, (minjem kata2 Om Iwan Fals: bicaralah yg lantang jangan hanya diam) sapa tau aja produsen motor anda lagi ngaskus eeeh baca trit ini, kan bisa jadi bahan pertimbangan mereka untuk memperbaiki kekurangan itu.


dimulai dari TS sendiri

Motor: Ninja KRR 07
1. Super KIPS nya suka nyangkut, solusinya ganti knalpot free-flow (racing) masalah ini teratasi.
2. Skep karbunya suka nyangkut ... solusinya lapisan teflonnya diamplas sampai hilang lapisan teflonnya, cara lain kerasin per skepnya.
3. Ban nya ngga mumpuni (kalo mau bawa rebah2 dikit ) pernah ampir jatoh soalnya gara2 ban belakang selip

Dulu pernah punya Honda Legenda, dibawa 80-90KM/H wuiiiiih serasa ngga mijak aspal tuh motor ... kok ngambang yaah ? jadi serem ... yg ini gw gak tau solusinya