Senin, 05 Oktober 2009

bearing

Gara-gara keseringan gaul di bengkel korek, eh ikut-ikutan minta ke mekanik dipasang laher high speed di mesin. Katanya sih bisa bikin putaran mesin tambah enteng digeber. Padahal boro-boro turun balap, dinaikin buat harian juga jarang ngebut. Istilah kata, jadi mubazir beli bearing racing yang harganya bisa 4 kali lipat dibanding yang biasa. Apalagi usia pakai laher yang berkode C4 atau C5 ini bisa nggak seawet yang biasa.

Bearing high speed lebih gampang oblak karena clearence-nya lebih gede ketimbang yang biasa," ujar Zainuddin, bos Eka Jaya Motor di Kampung Anyar Raya, No. 55A, Jelambar, Jakarta Barat.
Yang dibilang Bang Jay pas dengan omongan Priyono, doi adalah Head of OEM & Bussines Development PT SKF Indonesia. "Mesti dilihat dulu spek standarnya karena kalau laher bawaannya jenis biasa sebaiknya jangan naik spek terlalu tinggi," ujar Pak Pri.
Maksudnya gini, kalau bearing aslinya jenis normal, maka pasang laher jenis C3 sudah cukup. Kalau dipaksa hingga ke C4 atau C5, pas putaran tinggi dan panas nggak semua bola-bola yang memuai menempel ke rumah laher akibat clearance yang tinggi. Lama kelamaan bearing cepat oblak karena nggak semua bola-bola menapak ke alurnya

"Perkecualian untuk Honda Karisma yang laher kruk- asnya sudah dirancang memakai C5. Sebab semua komponen seperti kruk as dan crankcase dibikin dengan clearance rapat," lanjut pria ramah yang ngantor di Jl. Tipar-Inspeksi Cakung Drain, Cakung Barat, Jakarta Timur.
Makanya buat Yamaha Jupiter-Z korekan road race, Bang Jay pede aja pasang laher kruk as jenis C3. "Sudah cukup koq, lagian lebih awet, kalau pakai C5 tiga kali balap minta ganti bearing baru," ujar pria berbadan gemuk ini.Belum lagi nggak semua nomor laher tersedia versi C5. Jadi balik ke kebutuhan kalau memang pede ikut balap, monggo pakai C5. Untuk harian, bearing C3 sudah lebih dari cukup. YongkY

HARAM TERAPKAN LAHER ASAL
Gara-gara duit di kantung pas-pasan, terus nekat beli laher sembarangan. Itu tuh bearing asal Cungkuok yang banderolnya separuh dari laher Jepang atau Eropa. "Mending jangan deh kalau untuk motor sendiri, nggak bakal awet untuk harian, mending mahal dikit tapi tahan lama," kilah Bang Jay.

Maklum untuk menekan harga, segala cara ditempuh. "Biasanya memakai baja berkualitas rendah, nggak pakai proses pengerasan khusus dan pengerjaannya asal-asalan," tambah Pak Pri.

Coba hitung, kalau pakai laher merek abal-abal usianya nggak bakal lewat 6 bulan. Bandingkan bearing asli macam SKF, FAG, NTN, Nachi, Koyo dan lainnya yang bisa tembus dua tahun. Lebih hemat kan!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar